Berhutang? Mengapa tidak?!

Ketika Mendengar kata berhutang, apa yang ada dipikiran anda? Mungkin banyak diantara kita yang sangat benci berhutang ataupun menganggap hutang sebagai suatu hal yang akan mencelakakan kita, padahal berhutang belum tentu sesuatu hal yang buruk namun tergantung pada orang itu sendiri. Berhutang sebenarnya malah dapat membuat kita menjadi lebih matang secara finansial lebih cepat daripada tidak berhutang. Di perusahaan besar sendiri, apabila perusahaan tidak berhutang (pada debt ratio tertentu) malah membuat perusahaan tersebut menjadi perusahaan yang tidak sehat.

Tanpa kita sadari dalam kehidupan, kita sering berhutang, mulai dengan membeli kendaraan pribadi, rumah, televisi dan bahkan panci pun beli dengan cara berhutang! (^^ teehee…). Yup! Membeli ‘sesuatu’ secara kredit adalah kata lain dari berhutang. Coba kita bayangkan apabila kita akan membeli mobil seharga Rp 200 juta, lalu kita beri uang muka sebesar Rp 50 juta dan kita sudah boleh membawa mobil itu pulang! Lho, bagaimana dengan sisa Rp 150 juta? Siapa yang membayar? Sisa Rp 150 juta itu dicover terlebih dahulu oleh bank atau perusahaan leasing yang nantinya kita angsur selama kurun waktu tertentu (dengan persen bunga tentunya^^) sehingga bisa memenuhi hutang kita sebesar Rp 150 juta.

Bicara tentang hutang itu sendiri, menurut pakar keuangan, Robert T. Kiyosaki, ada yang disebut dengan hutang yang baik dan hutang yang buruk. Hutang yang baik adalah hutang yang telah terencana sesuai dengan financial kita dan digunakan pada suatu hal yang produktif untuk lebih memajukan lagi ekonomi kita. Misalnya kita berhutang kepada bank atau seseorang untuk membeli mesin fotokopi (dengan asumsi kita membuka usaha fotokopi) agar bisa memenuhi permintaan (demand) yang selama ini tidak terpenuhi di toko kita. Membeli mesin fotokopi dengan cara berhutang membuat keuangan kita lebih ringan dan kita dapat langsung memanfaatkannya (mesin fotokopi.red) untuk menambah penghasilan kita. Tentu saja pada kasus seperti diatas, kita harus memiliki perencanaan keuangan yang mengatur tentang pembiayaan mesin fotokopi yang kita telah kita beli dengan berhutang. Tanpa perencanaan keuangan yang matang, dapat dipastikan hutang kita malah akan menjadi bomerang yang akan mengganggu ekonomi kita.

Setelah kita mengetahui tentang hutang yang baik, ada baiknya kita melihat pada hutang yang sebaliknya, yaitu hutang yang buruk. Hutang yang buruk adalah hutang yang tanpa perencanaan dan digunakan pada suatu hal yang bersifat konsumtif/kesenangan pribadi. Misalnya kita ingin berlibur ke negara Jepang dengan berhutang, apalagi bila kita tidak merencanakan keuangan kita untuk mengatur pembiayaan hutang kita. Hal itu akan sangat merugikan kita, meskipun kita bisa bersenang-senang di negara Jepang, namun pada akhirnya kita malah akan dikejar-kejar oleh hutang itu sendiri.

Jadi sebenarnya inti dari berhutang secara baik adalah PERENCANAAN KEUANGAN yang matang! Tanpa perencanaan tersebut dapat dipastikan kita akan selalu dikejar hutang atau dengan kata lain kita berhutang dengan buruk.

Akhir kata, Selamat Berhutang dengan baik!!^^

Iklan

One thought on “Berhutang? Mengapa tidak?!

  1. memang jgn sampai kita kebiasaan ngutang…bahaya besar!
    met kenal nih…:)

    The Answers :
    ya!…tapi jangan lupa kalo dikelola dengan baik maka hutang bisa membuat kita cepat kaya..teehee^^
    salam kenal juga joanne^o^b

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s